Kenapa Bisnis Minuman Kekinian Masih Jadi Peluang Emas di 2025? Tren bisnis di Indonesia terus berubah seiring gaya hidup masyarakat, namun ada satu sektor yang tidak pernah kehilangan pamornya:
bisnis minuman kekinian. Mulai dari
boba,
matcha,
taro,
cokelat, hingga
es aquarium yang sedang viral, permintaan konsumen seakan tidak ada habisnya.
Tahun 2025 ini,
bisnis minuman kekinian justru semakin menarik dan terbukti masih menjadi
peluang emas bagi siapa pun yang ingin memulai usaha dengan modal terjangkau. Apa alasannya? Yuk, kita bahas!
[caption id="attachment_20062" align="aligncenter" width="740"]

Kenapa Bisnis Minuman Kekinian Masih Jadi Peluang Emas di 2025[/caption]
Bisnis Minuman Kekinian Selalu Mengikuti Tren
Generasi muda Indonesia, terutama Gen Z dan milenial, sangat gemar mencoba hal-hal baru. Menu minuman pun terus berinovasi—mulai dari kreasi rasa, topping unik, hingga tampilan yang Instagramable. Inilah yang membuat
bisnis minuman kekinian tidak pernah membosankan.
Selama pelaku usaha mau beradaptasi dengan tren baru, minuman kekinian akan selalu punya pasar yang luas. Salah satunya ada JBD sebagai supplier bubuk minuman yang selalu mengikuti trend bahkan menjadi pelopor untuk bubuk minuman!
[caption id="attachment_17429" align="aligncenter" width="236"]

Trend matcha naik daun[/caption]
Pasar Minuman Tidak Pernah Sepi
Berbeda dengan bisnis lain yang kadang musiman, minuman adalah kebutuhan harian. Apalagi di Indonesia yang beriklim tropis, permintaan minuman segar sangat tinggi sepanjang tahun.
Bahkan menurut beberapa riset industri, pertumbuhan bisnis F&B khususnya minuman terus naik setiap tahunnya, terutama di kota-kota besar dan area sekitar kampus, perkantoran, serta tempat nongkrong.
Ini bisa menjadi
peluang usahamu dengan membuka usaha minuman bersama
JBD!
[caption id="attachment_20054" align="aligncenter" width="280"]

Es aquarium minuman kekinian cocok untuk semua umur[/caption]
Modal Terjangkau, Untung Menjanjikan
Salah satu alasan
bisnis minuman kekinian masih menjadi incaran di 2025 adalah
modalnya yang fleksibel. Dengan modal di bawah 1 juta rupiah, Anda sudah bisa memulai usaha skala kecil menggunakan
bubuk minuman JBD, cup, sedotan, dan topping sederhana seperti cincau, jelly dan boba.
Contohnya,
bubuk minuman JBD 1 kg seharga mulai Rp70.000 bisa menghasilkan 40–50 porsi. Jika dijual dengan harga Rp5.000 per cup, omzet bisa mencapai Rp200.000–250.000 hanya dari satu varian rasa. Bayangkan jika Anda menjual beberapa varian sekaligus!
[caption id="attachment_17497" align="aligncenter" width="1024"]

paket usaha jakarta bubble drink[/caption]
Variasi Rasa yang Sangat Banyak
Kekuatan
utama bisnis minuman kekinian adalah
keragaman rasa. Dari
taro,
matcha,
cokelat,
red velvet,
vanilla latte, hingga rasa unik seperti
bubble gum atau
mangga, dan choco cheese, semua punya peminatnya masing-masing.
Bahan baku
bubuk minuman juga mudah diperoleh, sehingga memudahkan pebisnis untuk menambah menu baru kapan saja tanpa ribet.
Cocok untuk Semua Model Usaha
Bisnis minuman kekinian fleksibel karena bisa dijalankan dengan berbagai konsep:
- Gerobak / booth kecil: cocok untuk pemula di lokasi ramai.
- Warung atau cafe sederhana: bisa dikombinasikan dengan camilan.
- Online shop: jualan via marketplace atau aplikasi pesan antar.
- Kerjasama franchise: untuk yang ingin sistem lebih terstruktur.
Artinya, siapa pun bisa memulai sesuai kemampuan dan modal yang dimiliki.
[caption id="attachment_20052" align="aligncenter" width="280"]

Variasi rasa es aquarium yang pasti laris dan segar[/caption]
Potensi Viral di Media Sosial
Media sosial seperti
TikTok dan
Instagram punya peran besar dalam mempopulerkan tren minuman kekinian. Satu konten menarik bisa membuat sebuah menu viral dan mendatangkan pelanggan baru dalam jumlah besar.
Inilah mengapa pengusaha minuman kekinian berpeluang besar untuk cepat berkembang jika mampu memanfaatkan strategi digital marketing dengan baik.
Peluang Franchise & Kolaborasi
Di 2025,
peluang bisnis minuman bukan hanya menjual produk ke konsumen, tapi juga bisa dikembangkan menjadi
franchise, reseller, atau kolaborasi dengan UMKM lain. Misalnya, berkolaborasi dengan toko kue, jajanan, atau makanan ringan untuk membuat paket menu hemat.
Model bisnis seperti ini membuat
usaha minuman semakin scalable dan berpotensi besar untuk berkembang.
Bisnis minuman kekinian di 2025 masih menjadi peluang emas karena:
- Selalu ada tren baru yang menarik perhatian konsumen.
- Pasarnya luas dan tidak pernah sepi.
- Modalnya terjangkau, untungnya besar.
- Variasi rasa dan konsep usaha yang fleksibel.
- Didukung potensi viral di media sosial.
Bagi Anda yang ingin memulai usaha, inilah saat yang tepat untuk terjun ke
bisnis minuman kekinian. Dengan pemilihan bahan baku yang tepat, strategi promosi yang kreatif, dan kemauan berinovasi, peluang sukses sangat terbuka lebar.
https://jbd.co.id/kenapa-bisnis-minuman-kekinian-jadi-peluang-emas-2025/?feed_id=20178&_unique_id=68b11ec556e41
Tidak ada komentar:
Posting Komentar